Minggu, 05 September 2010

Senin, 03 Mei 2010

pertemuan 1

Teori
Teori menurut Kerlinger (1973:9) adalah himpunan konstruk (konsep), defenisi, dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut.

M. Grifftin menjelaskan teori kedalam Perspektif Ilmiah (Scientific Perspective) dan Perspektif Manusiawi (Humanistic Perspective).

Teori dengan perspektif ilmiah untuk:
1. Mendapatkan latarbelakang perilaku manusia dan menjelaskan kenapa manusia melakukan sesuatu.
2. Memprediksi perilaku sebelum itu terjadi.
3. Mengetahui bagaimana media massa mempengaruhi pikiran khayalak, nilai perasaan, sikap dan perrilaku.

Sedangkan teori dalam perspektif manusiawi untuk:
1. Mengetahui arti lambang dari pesan pada seseorang.
2. Mengetahui seberapa besar pesan menarik perhatian
3. mengetahui perubahan sikap atau perilaku.


1. Komunikasi adalah penyampaian dan kesan informasi (scientific)
2. Komunikasi adalah pengolahan makna (humanistic)

Selain itu para ahli ada yang memberikan pengertian komunikasi adalah manajemen makna (Lawrence Frey, Carl Botan, Paul Friedman dan Gary Kreps).


Ada 9 fungsi teori, yaitu:
1. Menyusun, mengatur dan mengumpulkan pengetahuan
2. Penetapan (fokus) pada variabel dan hubungannya
3.Kejelasan dan memberikan interpretasi apa yang diteliti
4. Metode pengamatan (observasional) yang sangat dekat dengan fungsi fokus tadi. Adanya operasional dari defenisi atas konsep yang dipakai
5. Mampu memprediksikan masukan dan respon. Memprediksi tentang persuasi dan perubahan perilaku dalam tingkat komunikasi
6. Mampu memberikan tuntunan yang rapih untuk meneliti dan menemukan pengetahuan
7. Memberikan wahana untuk menyatakan sebuah penelitian atau pengamatan kepada orang lain
8. Mampu menjadi media kontrol atau alat ukur dan skala normatif dalam melihat efektivitas atas perilaku
9. Mampu memberikan penilaian dan interpretasi serta alternatif paradigma ilmu sosial, juga mampu mengubah budaya hidup, secara umum cara hidup

Menurut Litlejohn


Kriteria yang dimaksud adalah:
1. Lingkup teorinya- mengharuskan teori komunikasi memiliki kejelasan yang khusus untuk menemukan batasan penelitian

2. Ketepatan- mengharuskan konsistensi tinggi terhadap hubungan asumsi-asumsi yang dibuat dengan teori yang digunakan

3. Mempunyai nilai yang baru dan tambahan bagi dukungan teori yang ada

4. Ketepatan teori digunakan sesuai konteks dan ketepatan dalam menghubungkan teori dan konsep-konsep yang dipakai dalam penelitian. Juga mampu memberikan kegunaan secara umum untuk situasi yang berbeda

5. Mampu di uji atas teori yang sama untuk mendapatkan teori terbaik. Tidak mempertahankan satu teori tapi ada teori lain yang memang kemampuannya sama untuk menguraikan dan menjelaskan fenomena komunikasi

6. Keterbukaan- teori harus terbuka terhadap alternatif dan perspektif lain akan konsep-konsep yang dikandungnya.


PERTEMUAN 2
PENGGOLONGAN MODEL TEORI KOMUNIKASI


Model-model teori komunikasi , yaitu:
1. Model teori struktural dan fungsi (Structural & functional theories)
2. Model teori pemahaman dan perilaku (cognitive &
behavior theories)
3. Model teori interaksi (Interactionist theories)
4. Model teori penafsiran (Interpretative theories).


5. Model teori kritik (Critical theories)

Structural & Functional model
Salah satu model dengan pendekatan ilmu sosial dengan keyakinan bahwa struktur sosial merupakan kenyataan dan fungsi yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan secara obyektif.
Pada teori struktural dan fungsional lebih menekankan pada fungsi dan tatanan sosial sebagai proses komunikasi, tidak melihat sisi manusiawi sebagai bagian komunikasi.

Cognitive & Behavior Model
Ini adalah kombinasi model dengan beberapa karakteristik pemahaman dan perilaku. Model ini cenderung mengiringi pengetahuan sebagaimana yang ada pada model struktural dan

Interacsionist model
Model ini menggambarkan kehidupan sosial sebagai proses interaksi, kenapa? Karena interaksi sebagai hal yang utama menunjukkan, mempertahankan dan merubah perilaku, makna dan bahasa.

Interpretative model

Gambaran model ini mengandung teori-teori yang mencoba menemukan makna dalam tindakan dan teks. Juga menjelaskan proses untuk memahami sesuatu yang terjadi.
Model ini menekankan paham subyektif atau keutamaan pengalaman pribadi sebagai duplikasi yang sangat penting untuk mengartikan peristiwa pribadi, menekankan bahasa sebagai pusat pengalaman, keyakinan bahwa bahasa menciptakan sebuah dunia makna dimana manusia hidup dan semua pengalaman.
Teori interpretatif bahkan dibuat dengan penilaian subyektif yang menyatakan bahasalah sebagai pusat pembentukan makna.


Critical model
Ruang model ini adalah pada konflik kepentingan di masyarakat dan jalur komunikasi yang mempertahankan dominasi satu kelompok kepada kelompok lain. Kontribusi model ini menyatakan bahwa komunikasi itu sendiri sebagai budaya.
Teori ini menekankan nilai atau kepentingan dalam menilai kejadian, kondisi dan kelembagaan.

Tingkat-tingkat komunikasi sebagai obyek studi ilmu komunikasi
1. Komunikasi interpersonal (komunikasi antarpribadi)
2. Komunikasi kelompok (group)
3. Komunikasi organisasi
4. Komunikasi massa